Breaking News

Ketua GAPURA Tidak Punya Hak Usir AMAN Dari Nagekeo

Ferdi Danse, Ketua PD AMAN Flores Bagian Barat (doc. AMAN Nusa Bunga) 

JONGFLORES NAGEKEO
- Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Daerah Flores Bagian Barat, Ferdi Danse menentang pernyataan Ketua Gabungan Pemuda Ndora (GAPURA), Gusty Bebi Daga yang mengusir organisasi AMAN untuk keluar dari Kabupaten Nagekeo karena pernyataan Ketua GAPURA tersebut merupakan pernyataan liar yang tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

“Ketua GAPURA harus banyak belajar tentang AMAN supaya dia tahu tentang organisasi AMAN yang sesungguhnya supaya dia tidak asal omong. AMAN bukan LSM melainkan organisasi massa yang anggotanya adalah komunitas Masyarakat Adat. Jadi yang disebut dengan AMAN adalah komunitas adat itu sendiri. Mengusir AMAN berarti mengusir komunitas Masyarakat Adat dari wilayahnya sendiri. Untuk itu pernyataan ketua GAPURA, Gusty Bebi Daga merupakan pernyataan liar yang mengganggu Kamtibmas,” kata Ferdi Danse melalui telepon selularnya hari ini, Juma’t (13/05/2022) dalam menanggapi pernyataan Ketua GAPURA tersebut.

Ferdi Danse mengatakan tidak ada orang yang bisa mengusir AMAN untuk keluar dari suatu daerah yang dihuni oleh komunitas anggota AMAN yang telah ada sejak lama karena AMAN itu sendiri adalah komunitas adat yang bergabung didalam organisasi ini.

“Jadi yang disebut AMAN itu bukan pengurusnya tetapi komunitas adatnya. Pengurus hanyalah orang yang dimandatkan komunitas adat untuk menjalankan program organisasi yang bersumber dari komunitas adat itu sendiri,” tutur Ferdi Danse.

Ferdi Danse menjelaskan Komunitas Adat Rendu merupakan salah satu komunitas adat pendiri AMAN di Indonesia. Salah satu tokoh Rendu yang terlibat langsung dalam pendirian AMAN pada 17 Maret 1999 adalah Vincent Sina Mosafoa yang hadir dalam Deklarasi dan Kongres I berdirinya AMAN di Jakarta sehingga pernyataan ketua GAPURA, Gusty Bebi merupakan pernyataan liar dan melanggar UU tentang Kebebasan Berserikat dan Berkumpul.

Ferdi Danse menegaskan, pengurus AMAN dalam menjalankan misi advokasinya, tidak akan menggiring apalagi mencuci otak komunitas adatnya karena pengurus AMAN hanya menjalankan mandat dari komunitas adat. Dan, apa yang dimandatkan komunitas adat, itulah yang dibicarakan dan dijalankan oleh pengurus.

Ferdi Danse menambahkan, AMAN bukanlah organisasi ‘ecek – ecek’ yang lahir karena momentum tertentu apalagi hanya mencari popularitas atau mencari keuntungan tetapi AMAN adalah organisasi nasional bahkan internasional yang kompetensinya telah teruji dalam mendampingi Masyarakat Adat selama 23 tahun.

 “Ketua GAPURA atau pihak manapun tidak punya hak untuk mendiskreditkan AMAN apalagi mengusirnya keluar dari komunitas adatnya karena pernyataan diskrimantif seperti ini dapat mengganggu Kamtibmas,” ungkap Ferdi Danse.

Ferdi juga berharap pihak Kepolisian Resor Nagekeo dapat menertibkan orang – orang seperti ini agar tidak mengeluarkan pernyataan yang memicu terganggunya Kamtibmas.***(welano)  

 

Tidak ada komentar