Breaking News

Satu WNA Berkebangsaan Amerika Serikat Terkonfirmasi Positif COVID – 19 Di Ende

dr. Aries Dwi Lestari, juru bicara Satgas Penanganan COVID - 19 (kiri) didampingi Ignatius Gharu, S. Fil dalam Konferensi Pers terkait penaganan COVID - 19 di Kabupaten Ende. (foto welano)

JONGFLORES ENDE - Seorang WNA berkebangsaan Amerika Serikat yang berinisial TM (31) dinyatakan positif COVID – 19 setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dengan Swab antigen di Bandara Aroeboesman Ende beberapa waktu lalu.

Hal ini dikatakan juru bicara Satgas Penanganan COVID – 19 Kabupaten Ende, dr. Aries Dwi Lestari dalam jumpa pers yang berlangsung di Aula Lt 1, Kantor Bupati Ende pada Selasa (06/07/2021).

Dokter Aries mengatakan pasien WNA yang terpapar tersebut diketahui setelah menjalani pemeriksaan Swab antigen di bandara saat hendak naik pesawat melakukan perjalanan pulang ke Bali.

“Setelah diperiksa di bandara, WNA tersebut dijemput Satgas Penanganan COVID – 19 Kabupaten Ende dan langsung diisolasi di aula Naketrans,” kata dr. Aries.

Namun lanjut Direktris RSUD Ende ini, setelah beberapa hari diperiksa lebih lanjut di ruang isolasinya di Naketrans, suhu tubuhnya naik sehingga dipindahkan ke ruang isolasi RSUD Ende untuk penanganan yang lebih intensif.

Dokter Aries menjelaskan WNA berkebangsaan Amerika ini adalah seorang penulis yang telah ada di Bali, Indonesia sejak Desember 2020 dan beberapa waktu yang lalu melakukan perjalanan ke Labuhan Bajo dan Ende. Sedangkan di Ende, TM telah berkunjung ke Moni, Kecamatan Kelimutu.

“Selama kurang lebih satu minggu diisolasi, kondisi TM baik – baik saja namun kami akan melakukan Swab lagi setelah menjalani perawatan lebih dari 10 hari dan apabila hasil Swabnya negatif maka TM dapat keluar dari ruang isolasi dan dapat melanjutkan perjalanannya,” tuturnya.

Pada tempat yang sama Kabag Humas Setda Ende, Ignatius Gharu, S.Fil menuturkan Stadion Marilonga dan beberapa tempat yang disediakan Pemda merupakan lokasi yang tepat untuk dijadikan karantina terpusat mengingat pasien COVID – 19 di Kabupaten Ende semakin meningkat sementara ruang isolasi di RSUD tidak dapat menampung lagi.

“Untuk mengantisipasi lonjakan pasien COVID – 19 yang terus bertambah maka alternatif terbaik yang kita lakukan adalah mengkarantina secara terpusat pasiennya agar mata rantai penyebarannya terhenti,”ungkap Ignatius.

Ignatius menuturkan di setiap lokasi karantina terpusat akan disediakan fasilitas umum memadai yang dapat digunakan para pasien selama menjalani masa karantina sehingga diharapkan para pasien COVID – 19 dapat memanfaatkannya sebaik mungkin untuk proses penyembuhannya.

“Kita akan siapkan beberapa fasilitas pendukung untuk mempercepat proses penyembuhan mereka misalnya persediaan air bersih, TV, Wi-Fi, waktu olahraga, senam dan sebagainya,” tutup Ignatius.***(welano)

Tidak ada komentar