Breaking News

Pelaku Perjalanan Dengan Kapal Laut Wajib Tahu Aturan PT Pelni Sebelum Berangkat

Kepala PT Pelni Cabang Ende, Firman Kurniawan saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan (foto welano)

JONGFLORES ENDE – Pelaku perjalanan yang hendak melakukan pelayaran dengan menggunakan kapal laut milik PT Pelni diwajibkan mematuhi beberapa syarat sebelum berangkat menuju ke pelabuhan tempat tujuan akhir dari perjalanan mengingat kasus COVID – 19 akhir – akhir ini meningkat drastis.

Hal ini dikatakan Kepala PT Pelni Cabang Ende, Firman Kurniawan saat ditemui awak media di ruang kerjanya pada Selasa (06/07/2021).

Firman Kurniawan mengatakan calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan dengan menggunakan jasa transportasi kapal laut milik PT Pelni harus memiliki sertifikat vaksin COVID – 19, hasil SWAP antigen maupun rapid antigen, taat pada protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah dan juga memiliki kartu kuning yang dikeluarkan oleh Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar dapat dilayani pembelian tiket keberangkatannya.

Namun demikian jelas Firman, semua persyaratan itu tidak berlaku sama pada semua tempat tujuan akhir penumpang karena sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah setempat.

“Calon penumpang dengan tujuan Bali dan Surabaya wajib menunjukan sertifikat vaksin COVID – 19 dan Kartu Kuning dari KKP dan penumpang dengan tujuan Kumai diwajibkan menggunakan surat keterangan bebas COVID – 19, tes SWAB PCR  dan Kartu Kuning dari KKP  sedangkan penumpang dengan tujuan lain di beberapa tempat hanya diwajibkan untuk menunjukan surat keterangan bebas COVID – 19 sesuai dengan rapid antigen yang berlaku 1 x 24 jam,” kata Firman.

Firman menuturkan semua surat dan persyaratan penumpang tersebut akan ditunjukan kepada petugas di pelabuhan tujuan akhir perjalanan sebelum penumpang yang bersangkutan keluar dari pelabuhan.  

Terkait persentase penumpang yang melakukan perjalanan laut dengan menggunakan kapal milik PT Pelni di masa pandemi COVID – 19, kata Firman, persentase penurunannya sangat drastis hingga mencapai 60 % dibanding masa sebelum pandemi apalagi pemerintah memberlakukannya aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terjadi saat ini.

Secara terpisah Bupati Ende, Drs H. Djafar H. Achmad MM dalam konferensi pers beberapa waktu lalu mengatakan capaian pelaksanaan vaksin COVID – 19 untuk masyarakat umum di Kabupaten Ende masih mencapai 15 % dari hasil yang ditargetkan. Hal ini terjadi karena ketersediaan stok vaksin yang masih sangat terbatas untuk masyarakat umum di Kabupaten Ende.

Bupati Djafar mengungkapkan target vaksin bagi tenaga medis yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat lebih diprioritaskan dan hampir mencapai 80 % dari target yang diharapkan.

“Tenaga medis kita prioritaskan karena mereka adalah garda terdepan dalam penanganan COVID – 19 ini,” pungkas Bupati Djafar. ***(welano)

Tidak ada komentar