Breaking News

IWPG Dorong Solidaritas Pembangunan Perdamaian Yang Dipimpin Warga Untuk Koeksistensi Dan Harmoni Global

Peringatan Tahunan ke-8 dari "Deklarasi Perdamaian Dunia" diadakan secara online. Dari kiri: General Manager IPYG Peter Jung, Ketua HWPL Man Hee Lee, Ketua IWPG Hyun Sook Yoon
JONGFLORES SEOUL – International Women’s Peace Group (IWPG) dalam ulangtahunnya ke delapan pada 25 Mei  menyerukan adanya dukungan dan solidaritas pembangunan perdamaian yang dipimpin oleh warga untuk koeksistensi dan harmoni global melalui jaringan internasional yang ada di setiap negara.

Hal ini dikatakan  Ketua IWPG, Hyun Sook Yoo di Seoul, Korea Selatan dalam Peringatan 8 Tahun Deklarasi Perdamaian Dunia pada 25 Mei 2021 yang dilaksanakan secara online dengan diikuti sekitar 3000 peserta dari 150 negara di seluruh dunia.

Kegiatan online ini didukung penuh oleh Heavenly Culture, World Peace and Restoration of Light (HWPL), sebuah organisasi berstatus konsultatif dengan UN ECOSOC pimpinan Man Hee Lee, International Women's Peace Group (IWPG) pimpinan Hyun Sook Yoo dan International Peace Youth Group (IPYG), pimpinan Peter Jung sebagai mitra organisasi perdamaian dunia.

Dalam pidatonya Hyun Sook Yoo mengatakan Deklarasi Perdamaian Dunia oleh IWPG  pertama kali dicanangkan dan diproklamasikan secara serentak pada 25 Mei 2013 dalam acara Peace Walk dengan diikuti 30.000 warga tersebar di berbagai negara dan benua yang menjadi simbol gerakan perdamaian internasional yang dipimpin oleh warga negara.

“Delapan tahun yang lalu, HWPL memproklamasikan “Deklarasi Perdamaian Dunia,” dengan menyarankan langkah-langkah efektif yang dapat ditindaklanjuti dan ditetapkan oleh semua orang di dunia untuk penghentian perang dan mewujudkan perdamaian dunia,” kata Hyun Sook Yoo.

Sook Yoo melanjutkan upacara peringatan ini disiapkan sebagai wadah untuk mengatasi berbagai kesulitan seperti kebencian, konflik, kesalahpahaman, dan terputusnya komunikasi yang dihadapi dunia saat pandemi COVID-19 ini.

“Ini juga merupakan waktu untuk membahas langkah-langkah kerja sama yang dipimpin warga untuk hidup berdampingan dan harmoni di antara warga masyarakat dunia,” lanjutnya.

Pihaknya berharap adanya dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat dunia untuk mewujudkan perdamaian dunia.

"HWPL telah menyusun dan menerapkan peta jalan perdamaian yang nyata dimulai dengan 'Deklarasi Perdamaian Dunia' pada 25 Mei 2013 atau DPCW (10 pasal dan 38 klausul Deklarasi Perdamaian dan Penghentian Perang) yangmana memiliki jawaban mendasar bagi terwujudnya perdamaian dunia,” tutur Sook Yoo.

Sementara itu Pimpinan HWPL, Man Hee Lee mengatakan dalam sebuah pidato peringatan perayaan ulang tahun ke-8 sebagai hari perjanjian yang dibuat di hadapan dunia untuk menghentikan perang global dan mewujudkan perdamaian dunia untuk diwariskan sebagai warisan bagi generasi masa depan.

“Apa yang diinginkan oleh keturunan kita adalah dunia yang damai tanpa perang. Maka dari itu tema penghentian perang dan perdamaian selalu ada pada HWPL, ”ungkapnya.

Hal senada diungkapkan General Manager dari IPYG, Peter Jung yang memperkenalkan gelombang baru kegiatan Legislate Peace (LP), yaitu kegiatan perdamaian yang diikuti oleh warga di seluruh dunia untuk mewujudkan DPCW, melalui Peace Initiative Report.

Jung menambahkan pada ulangtahun ke delapan ini IPYG melakukan kegiatan penanaman pohon perdamaian, mengusulkan usulan kebijakan perdamaian di Mali, Afrika, dan melakukan kegiatan kontribusi sosial.

Turut hadir dalam upacara tersebut Ibu Pascale Isho Warda, mantan Menteri Imigrasi dan Pengungsi Pemerintahan Transisi Irak dan Ketua Organisasi Hak Asasi Manusia Hammurabi (HHRO).***(welano/tim IWPG)

Tidak ada komentar