Breaking News

Yayasan FREN Gelar Sosialisasi PKH – LK Di Desa Bheramari

Sosialisasi PKH - LK oleh Yayasan FREN di Kantor Desa Bhermari, Nangapanda(foto umen)

ENDE JONGFLORES
– Yayasan Flores Children Development ( FREN ) Mitra ChildFund Internasional di Indonesia Jumat 11/09/2020 menggelar sosialisasi Pendidikan Kecakapan Hidup dan Literasi Keuangan di desa Bheramari, Kecamatan Nangapenda, Kabupaten Ende. 

Menurut Frumensius Wegu, penanggungjawab program di wilayah Kabupaten Ende mengatakan pendekatan program berbasis tahapan hidup oleh Yayasan FREN mitra ChildFund memiliki beberapa program fokus pada masing – masing tahapan dan salah satu diantaranya adalah Pendidikan Kecakapan Hidup dan Literasi Keuangan ( PKH – LK ) bagi anak usia 6 – 14 tahun.

Frumensius Wegu melanjutkan fokus pelaksanaan program Yayasan FREN mitra ChildFund untuk memfasilitasi anak – anak dalam meningkatkan ketrampilan hidup sebagai modal utama membangun anak – anak yang terdidik dan percaya diri. 

“Program PKH-LK sejak tahun 2018 kami sudah terapkan di 3 Lopo Cerdas yakni desa Jegharangga, desa Manulondo dan Kelurahan Onelako serta 1 sekolah yakni SDI Lokoboko,” kata Frumensius Wegu. 

Frumensius Wegu yang akrab disapa Frumen ini menuturkan pada Fiscal tahun 2020/2021 ini pihaknya berupaya menjadikan desa dampingan untuk lebih mengenal Program PKH – LK  dan dapat diterapkan setiap anak di desanya melalui wadah Lopo Cerdas. 

“Belajar PKH – LK di Lopo Cerdas ataupun di sekolah mempunyai tujuan besar yang sama yaitu setiap anak dapat percaya diri dalam berpikir dan menghargai hidup untuk masa depannya,” beber Frumen.

Bagi Frumen PKH – LK sangat penting karena kelompok usia anak akhir dan menjelang remaja adalah periode penuh konflik antara orang tua dan anak. Keinginan orang tua dan anak seringkali berbeda yang berujung semakin menjauhnya hubungan orang tua anak.

“Anak seringkali berjuang sendiri menghadapi beragam tantangan dalam kehidupannya dan situasi tersebut membuat pribadi anak berada dalam posisi rentan,” terang Frumen. 

Sementara itu Kepala Desa Bheramari, Pare Pua Salama usia mendengarkan gambaran program serta pemutaran video terkait kegiatan PKH – LK memberikan apresiasi kepada Yayasan FREN yang telah hadir di desa memberikan pelajaran positif  bagi anak – anak di desa Bheramari. 

“Kami sambut baik program ini. Saya dan Ketua BPD telah mendengarkan dan menyaksikan langsung dalam video bagaimana anak – anak dilatih dan dibentuk dengan berbagai kegiatan kegiatan positif,” ungkap Pua Salama. 

Saat menyampaikan sambutan peneguhan, Pua Salama menuturkan pihaknya akan membentuk Lopo Cerdas di desanya untuk memberikan motivasi bagi anak – anak Bheramari dalam membentuk karakternya menjadi anak – anak cerdas yang mampu menjadi pribadi yang mandiri.

Lebih lanjut Pua Salama mengungkapkan situasi COVID membuat anak – anak terkurung dan tidak bisa mengembangkan kepribadiannya namun pihaknya berharap dengan berangsurnya pemulihan Ende untuk kembali ke zona hijau, penerapan sistem pembelajaran di Lopo Cerdas dapat membangkitkan kembali semangat anak – anak untuk dapat belajar secara bersama dalam mengembangkan kepribadiannya.

Kades Bheramari ini menjelaskan, dalam memperkuat kemandirian dan pembentukan karakter anak – anak di desanya, pihaknya dapat menginisiasi Dana Desa untuk peningkatan kecerdasan anak dan mengembangkan sumber daya anak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki setiap anak.

“Kami siap merekomendasikan fasilitator di Lopo Cerdas dan berharap pihak Yayasan FREN memperkuat sumber daya fasilitator agar dapat menerapkan di anak – anak di wilayah ini. Selama regulasi mengijinkan, kita pun siap memfasilitasi dari dana desa,” jelas Pua Salama. 

Hal senada juga disampaikan Ketua BPD Desa Bheramari, Silvester Kota yang merasa terharu dengan fasilitator sebaya yang mampu berbagi banyak hal dengan anak – anak di Bheramari. Pihaknya merasa tertarik dengan program PKH – LK yang dikembangkan Yayasan FREN bagi anak – anak sehingga mampu memberikan pelajaran positif bagi anak – anak yang ada di desanya.

“Saya terharu dengan adik Gian, fasilitator sebaya desa Manulondo sore ini. Sungguh luar biasa dapat berbagi hal baik di depan anak – anak kami di desa Bheramari. Sebagai lembaga mitra pemerintah desa, kami menyambut baik adanya program ini,” tutur Silvester Kota. 

Sosialisasi PKH – LK dari Yayasan FREN mengemas isu perlindungan dan stop kekerasan ini disambut baik oleh pemerintah desa dan stakeholder lainnya serta perwakilan anak – anak desa Bheramari dengan rencana tindaklanjut yang disepakati pihak desa dan Yayasan FREN yakni setiap sebulan sekali diadakannya kegiatan PKH – LK di Desa Bheramari. Kegiatan perdana akan dimulai pada minggu ke dua di bulan Oktober yang akan datang.***(umen)

Tidak ada komentar