Breaking News

Suzuki Mobil Ende Gelar Kegiatan Bagi Sembako

Suzuki Peduli saat membagikan sembako kepada masyarakat (foto rian)

JONGFLORES ENDE. Menanggapi situasi yang dihadapi masyarakat yang saat ini dalam lebih banyak di rumah tanpa aktivitas akibat pandemi COVID – 19, Dealer Suzuki Mobil Ende menggelar kegiatan bagi sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah ancaman wabah mematikan tersebut.

Branch Manager Suzuki Mobil Ende, Max Rohi kepada media hari ini, Juma’t (17/04/2020) di ruang kerjanya mengatakan kegiatan pembagian sembako dilakukan sebagai bentuk kepedulian Dealer Suzuki Mobil Ende kepada masyarakat Kabupaten Ende yang saat ini sangat terbatas aktivitasnya akibat pandemic COVID – 19.

“Kita melihat memang saat ini di tengah situasi pandemic COVID – 19,  aktivitas masyarakat sangat terganggu sehingga kita melakukan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kita kepada masyarakat dengan sasarannya gereja, masyarakat kecil, dan fakir miskin,” kata Max Rohi.

Max Rohi menambahkan bantuan sembako yang diberikan ini tidak sebanding dengan apa yang diharapkan masyarakat namun bantuan tersebut dilakukan dengan niat yang tulus untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah terbatasnya aktivitas di luar rumah karena pandemic COVID – 19. Pihaknya berharap agar masyarakat dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan hidup sehari – hari.

“Iya, paling tidak bantuan ini sudah bisa mengurangi beban mereka di saat terbatasnya aktivitas mereka selama berada di rumah akibat pandemic COVID – 19,” tuturnya.

Sementara itu Irfan Badhi salah seorang warga penerima sembako bantuan menyampaikan banyak terimakasih kepada pihak Dealer Suzuki Mobil yang telah membagikan sembako kepada masyarakat yang berpenghasilan minimum dengan ekonomi dibawah standar.

“Kami sangat berterima kasih kepada Dealer Suzuki Mobil yang telah memberikan bantuan sembako kepada kami sehingga dapat mengisi kekurangan kami dalam berapa minggu ke depan,” ucap Irfan.

Badhi juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Ende untuk segera mengambil langkah tepat untuk membantu para pedagang kecil, buruh, nelayan, dan tukang ojek yang akhir – akhir ini mulai merasakan pendapatannya berkurang.

"Saya mengalami hal ini karena sebagai buruh bangunan kami tidak lagi melakukan aktivitas seperti dulu sementara kami hanya bisa mengandalkan sebagai kuli bangunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari" lanjut Badhi.

Pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Ende agar turut memikirkan nasib para pedagang kecil, buruh, nelayan dan tukang ojek yang mulai merasakan kenaikan drastis harga sembako di pasar karena kenaikan itu tidak sebanding dengan penghasilan harian yang diterimanya. *** (welano)

Tidak ada komentar