Breaking News

Lewoleba Darurat Sampah

Komunitas Lembata Bersih sedang membersihkan sampah di sekitar Lokasi TPI Lewoleba (foto edem)
JONGFLORES LEWOLEBA. Sampah merupakan momok yang mengerikan bagi kelangsungan ekosistem kehidupan, apalagi sampah tersebut dibuang tidak pada tempatnya yang akan mengakibatkan lingkungan tercemar dan menjadi tidak sehat.

Hal tersebut terjadi di Kabupaten Lembata, kususunya di pinggiran pantai Kota Lewoleba. Sampah sepertinya sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga, bahkan juga menjadi ornamen produk unggulan dari sekian banyak potensi yang ada di Kabupaten Lembata.

Melihat situasi yang cukup memprihatinkan ini, Komunitas Lembata Bersih, salah satu komunitas  peduli lingkungan mulai bergerak menyuarakan kepedulian terhadap kebersihan kota dan mendiskusikan tentang sampah yang berserakan seantero kota Lewoleba.

Para pemerhati sampah kota ini melangsungkan diskusi yang digawangi oleh Bedi Rohma dan kawan – kawan di Kelurahan Lewoleba Tengah pada Sabtu (27/10) tentang sampah dengan solusi mengagkutnya untuk dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Menurut Bedi Rohma, diskusi yang bertema “sampah jo kenapa maka?” ini menunjukkan kepada masyarakat bahwa sampah harus dilawan bersama dan sampah harus dibersihkan agar kota terlihat indah.

“Dalam diskusi kita menyoroti berbagai persoalan sampah yang ada di Kabupaten Lembata. Kita meminta pemerintah harus bisa mengatasi masalah sampah dan juga regulasi yang pas untuk penanganan sampah di Lembata,” kata Bedi Rohma.

Bedi menambahkan pihaknya hingga saat ini masih merasa bingung dengan biaya APBD untuk penanggulangan masalah sampah namun sampah dalam kota masih berserakan.

“Kita semua bingung dengan anggaran untuk pembersihan sampah tetapi pemerintah tidak memanfaatkannya secara maksimal sehingga terkesan hanya menghabiskan anggaran saja,” tambah Rohma.

Rohma juga menyoroti niat tulus pemerintah untuk menjadikan Lembata sebagai kabupaten yang bersih tidak tercermin dalam diri pemerintahan Lembata karena sampah masih menjadi momok dalam kehidupan masyarakat.

“Bagaimana kita bisa melangkah untuk membangun ke sector lain kalau sampah saja tidak bisa kita atasi,” tutupnya.(edem)


Tidak ada komentar