Breaking News

Koalisi Gereja Peduli Migran NTT Siap Pulangkan Jenasah Yuliana Ke Ende


Irminus Deni, Koordinator Koalisi Gereja Peduli Migran NTT Kevikepan Ende
Ende,JF. Koalisi Gereja Peduli Migran NTT Kevikepan Ende bekerjasama dengan Koalisi Gereja Malaysia dan KBRI di Kuala Lumpur tetap berusaha untuk memulangkan jenasah Yuliana Reku, korban tenggelamnya speedboat di Johor, Malaysia beberapa waktu lalu.  

Koordinator Koalisi Gereja Peduli Buruh Migran NTT Kevikepan Ende, Irminus Deni mengungkapkan hal ini kepada wartawan pada Kamis (26/01/) di Kevikepan Ende.

Irminus mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Koalisi Gereja Malaysia dan KBRI di Kuala Lumpur untuk bisa mengurus semua dokumen milik Yuliana dan saat ini tengah dalam penanganan salah satu rumah sakit di Malaysia untuk diserahkan ke KBRI guna dikembalikan kepada keluarganya agar bisa dipulangkan ke kampung halamannya di Jegrarangga, Nangapanda, Ende.

 “Kami telah melakukan koordinasi dengan Koalisi Gereja Malaysia sebagai mitra kami dan KBRI di Kuala Lumpur untuk membantu mengurus dokumen Yuliana dan saat ini tengah dalam penanganan salah satu rumah sakit di Malaysia untuk diserahkan ke KBRI agar jenasahnya dipulangkan ke kampung halamannya di Jegrarangga, Nangapanda, Ende” katanya.

Irminus menambahkan bahwa tragedi tenggelamnya speedboat di perairan Johor Malaysia yang menyebabkan dua warga Ende ikut tenggelam merupakan bentuk kejahatan dalam pengiriman TKI secara ilegal sehingga pihaknya menyarankan kepada masyarakat Ende agar pergi merantau harus memiliki dokumen yang lengkap dan legal.

“Korban yang ikut tenggelam dalam tragedi itu merupakan salah satu bentuk kejahatan dalam pengiriman TKI secara ilegal. Oleh karenanya kami menghimbau kepada masyarakat Ende jika hendak pergi merantau ada baiknya menggunakan dokumen yang lengkap dan legal demi keamanan dan kenyamanan di perantauan” tambahnya.

Aktivis human trafficking dan juga Kepala Desa Ranggatalo ini mengungkapkan bahwa kondisi Kabupaten Ende saat ini sudah termasuk dalam kategori darurat trafficking karena di  awal tahun 2017 sudah tiga orang TKI asal Kabupaten Ende yang menjadi korban perdagangan  manusia.

Foto Almaharumah Merlinda Sere
“Kondisi Ende saat ini sudah masuk dalam kategori darurat trafficking karena baru di awal tahun 2017 saja sudah 3 orang menjadi korban perdagangan manusia” jelasnya.

Demikian juga Romo Vikep Ende Aldolfus Keo, Pr dalam kesempatan itu memberikan apresiasi kepada pihak KBRI dan semua pihak yang telah bekerja keras untuk melakukan misi kemanuasian karena tanpa koordinasi dan kerjasama yang baik misi kemanusiaan tidak akan berjalan

“Saya menyampaikan apresiasi kepada pihak KBRI dan semua pihak yang telah bekerja keras melakukan misi kemanusiaan ini karena tanpa adanya kerjasama sia – sia misi kemanusiaan yang kita lakukan” tuturnya.
Pihaknya akan tetap mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang ada di Kevikepan Ende untuk memilih jalur legal jika hendak menjadi TKI untuk bekerja di luar negeri .

Sementara  itu Bupati Ende, Ir. Marcelinus Y. W. Petu mengucapkan belasungkawa atas tragedi yang menimpa Yuliana Reku dan Merlinda Sere warga Nangapanda, Ende yang meninggal dunia dalam kecelakaan itu. 

Namun untuk pemulangan jenasah kedua warga itu, pihak pemerintah tidak bisa berbuat banyak karena kedua warga itu berangkat ke Malaysia tanpa memiliki dokumen yang lengkap (illegal, red.).

“Saya selaku bupati mengucapkan belasungkawa atas tragedi yang menimpa kedua warga itu namun pemerintah tidak bisa berbuat banyak karena mereka pergi kesana tanpa dokumen yang lengkap” katanya. 

Namun jika pihak keluarga meminta bantuan pemerintah maka pihaknya akan mencoba untuk membantu sekedarnya saja dan hal ini menjadikan pelajaran bagi masyarakat yang hendak mencari kerja di Malaysia agar memiliki dokumen yang lengkap melalui BP3TKI atau agen PJTKI yang sah.(welano)


Tidak ada komentar